My Journal of Excuses

Menu & Search

Ubasute : The Story of a Mother

23 May 2015

Elder Woman

Ubasute is an action in ancient Japan : to leave an elderly woman. The elderly see themselves as burdens for the family, then carried to the top of a mountain, and left there to pass away.

Sore itu terdengar langkah pelan disertai gemerisik daun-daun kering terinjak. Derik jangkrik terdengar bersahut-sahutan dari segala penjuru hutan, menandakan matahari akan segera terbenam.

“Nak, aku ingat sekali, dulu ibu pernah menggendong mu seperti ini”, gumam seorang wanita renta sambil menengadah keatas.

Dengan diam, pemuda itu tetap memandang lurus kedepan sambil menggendong sang ibu di punggungnya.

“Hah… Hah…”, Langkah demi langkah ia lalui dengan nafas terengah-engah.

Seakan tidak ingin masuk lebih jauh kedalam hutan, sang ibu selalu berpegangan pada tiap ranting pohon yang dilaluinya,

Melihat hal itu, pemuda itu bergerak lebih kuat untuk melepaskan pegangan sang ibu dari ranting pohon yang digenggamnya, hingga ranting itu patah dan jatuh ke tanah.

div
Akhirnya, setelah masuk jauh kedalam hutan, sang pemuda melihat sebongkah batu berlumut dan meletakkan ibunya disana.

Tanpa kata, sang pemuda itu langsung berbalik arah meninggalkan ibunya.

Nampak bingung, sang pemuda menengok ke segala arah, sepertinya ia tersesat dan tidak tahu kemana jalan keluar dari dalam hutan yang sudah mulai gelap itu.

“Nak, biar tinggalkanlah ibu disini, kamu tak perlu takut lupa jalan, Ibu sudah menjatuhkan potongan ranting sepanjang jalan agar kau bsa pulang dengan patokan ranting itu”, kata sang ibu sambil tersenyum.

Tanpa kata, anak tersebut tersungkur sujud didepan ibunya, tangisnya pecah dan merobek ketenangan hutan di sore itu. Betapa malunya ia atas tindakannya pada ibunya. Ibunya bukan malah marah, justru tetap memberikan kasih sayang hingga saat terakhirnya.

[intro]私は私の最後の息まで、あなたを愛して。[/intro]

bisik sang ibu sembari mencium kening anaknya.

Primananda Kusuma

@primanandaak

Related article
Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Bicara tentang berbicara, banyak orang bisa melakukannya. Berawal dari paru-paru…

Aku: Harapan yang Mengudara

Aku: Harapan yang Mengudara

Malam di Magelang kali ini sedikit berbeda. Cahaya temaram terlihat…

Reason

Reason

Sitting quietly I trying to remember when, when I used…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search