My Journal of Excuses

Menu & Search

Super

31 July 2015

Kubaca keluhmu di secarik kertas putih yang kosong.

Ku gagal melihat deritamu dibalik senyum yang terbungkus rapi.

Kudengar banggamu tanpa suara. Namun ia bergema.

Mungkin cintamu diam-diam. Wahai orang pertama pembisik azan.

Kini, biarkan aku melukis mimpimu dalam mimpiku.

Semoga kau bersorak riang di sisiNya.

Primananda Kusuma

@primanandaak

Related article
Prolog: Dari Jakarta dan Seluruh Isinya

Prolog: Dari Jakarta dan Seluruh Isinya

Banyak orang bilang kalau hidup di Jakarta itu kejam, tapi…

14 Unusual Love Songs for Your Valentine’s Day

14 Unusual Love Songs for Your Valentine’s Day

With Valentine’s Day coming so near, I’m feeling kinda mellowed…

You are You

Be who you are and say what you feel. Because…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search