My Journal of Excuses

Menu & Search

Self-image dan Media Sosial

4 June 2015

Kemarin abis baca sebuah artikel tentang fenomena selfie yang terjadi saat ini. Setuju banget, karena emang sekarang sebagian orang mulai gak peduli dengan sekelilingnya demi sebuah foto diri yang sempurna.

Parah sih emang, tapi apakah hal itu terjadi begitu saja? nggak dong. Pasti ada hal-hal yang bisa ditelisik untuk menemukan alasannya.

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh sebagai makhluk yang sangat aware dengan self-image.

Ga percaya? sekarang coba deh bayangin kamu baru di kondangan foto bareng temen-temenmu. Setelah foto di jepret, hal yang pertama banget kamu cari di foto itu pasti kamu kan? gimana pose nya, oke apa engga, kalo ngga oke minta foto ulang sampe oke, kalo perlu jungkir balik biar dapet foto paling cakep.

Hal ini kurang lebih bisa jadi alasan kenapa sebagian orang jadi doyan banget selfie sampe di tingkat yang sudah amat sangat meresahkan. Beginilah kronologinya :

  1. Selfie jutaan kali sampe dapet foto paling tirus.
  2. Langsung gercep cari koneksi buat upload ke media sosial terdekat.
  3. Refresh-refresh-refresh sembari duduk termenung memandangi notifikasi dengan penuh harap.
  4. Dapet like dikit? tambahkan hashtag sebanyak mungkin.
  5. Jumlah like masih belum memuaskan? repost lagi di lain waktu.

Kenapa bisa gitu? nah ini penjelasannya.

Sebuah studi mengatakan bahwa self-image yang kita miliki dibentuk dari adanya pendapat, penghakiman, dan pujian dari orang lain disekitar kita. Semakin banyak orang di sekitar kita, maka makin penting self-image ini bagi diri kita.Mashable

Keberadaan media sosial seakan melipatgandakan fenomena ini. Karena saat ini kita ga cuma terhubung ke puluhan atau ratusan orang, tapi saat ini kita bisa terhubung ke puluhan ribu orang tanpa batasan ruang dan waktu. Sehingga orang-orang jadi makin kepikiran dengan self-image yang mereka miliki, karena sadar gak sadar mereka harus menjaga self-image tersebut secara konsisten di mata (lebih) banyak orang.

Hal ini juga diperkuat dengan adanya studi terkini yang mengatakan bahwa tingkat kepercayaan diri seseorang dapat dipengaruhi oleh komentar-komentar yang ada di foto-foto unggahan mereka di media sosial.

Nah inilah kenapa orang saat ini berlomba-lomba untuk mendapatkan gambar terbaik di momen yang terbaik.

Primananda Kusuma

@primanandaak

Related article
Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Bicara tentang berbicara, banyak orang bisa melakukannya. Berawal dari paru-paru…

Aku: Harapan yang Mengudara

Aku: Harapan yang Mengudara

Malam di Magelang kali ini sedikit berbeda. Cahaya temaram terlihat…

Reason

Reason

Sitting quietly I trying to remember when, when I used…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search