My Journal of Excuses

Menu & Search

Prolog: Dari Jakarta dan Seluruh Isinya

15 April 2017

Banyak orang bilang kalau hidup di Jakarta itu kejam, tapi benarkah demikian?

Setelah setahun lebih aku tinggal di kota ini, menurutku Jakarta itu tidak kejam, dia hanya menuntut sedikit perjuangan. Jakarta adalah tempat bagi pejuang yang gusar akan batas, dan Jakarta menjadi kota dimana anak manusa mengerti akan arti pulang yang sebenarnya.

Beberapa menit yang lalu aku berbincang dengan seseorang yang nampaknya cukup malas untuk berkunjung ke Jakarta. Macet dan panas tuturnya. Aku cukup bisa memahami mengapa dia berkata demikian, mungkin dia sedang sial saja. Tetapi, saranku untuknya hanya satu, mungkin kamu harus mencoba melihat Jakarta dengan lebih dekat.

Terlepas dari perbincanganku diatas, bagiku Jakarta adalah buku dongeng tebal yang yang berisikan banyak cerita, masyarakatnya menjadi aktor sekaligus penulis yang memiliki peran dalam menentukan kisah apa yang tertuang didalamnya.

Dalam 31 hari kedepan, Jakarta dan seluruh isinya akan menceritakan sedikit kisah-kisah kecil untuk menunjukkan bawasanya hidup di sini tidak sekejam lagu-lagu Iwan Fals yang pernah kamu dengar.

Primananda Kusuma

@primanandaak

Related article
Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Bicara tentang berbicara, banyak orang bisa melakukannya. Berawal dari paru-paru…

Aku: Harapan yang Mengudara

Aku: Harapan yang Mengudara

Malam di Magelang kali ini sedikit berbeda. Cahaya temaram terlihat…

Reason

Reason

Sitting quietly I trying to remember when, when I used…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search