Edisi Khusus: Jakarta, Narkotika, dan Titik Balik (Bagian 2)

Tanpa pikir panjang aku lari sekencang kencangnya. Uang yang baru saja kuterima kulempar hingga berhamburan. Aku berlari masuk ke dalam gang yang cukup sempit. Belum lagi selokan, polisi tidur, dan pot-pot kecil yang ada di samping membuat gang itu terasa makin sempit. Aku berlari kencang dengan ketakutan, aku tidak sempat lagi menoleh kebelakang untuk melihat jarak… Continue reading

Edisi Khusus: Jakarta, Narkotika, dan Titik Balik (Bagian 1)

Sebelumnya penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya. Identitas dan beberapa bagian dari hasil percakapan penulis dengan narasumber terpaksa harus dihilangkan dengan alasan privasi. Lima belas tahun lalu, daerah Murdai sini seperti pasar malam bang. Kalau abang mau cari barang seperti Inex, Coke, Marijuana semua ada, tinggal pilih pokoknya. Polisi dan aparat saat itu punya andil dalam mengamankan… Continue reading

Jakarta dan Kebanggaan Sejati Seorang Suami

Aku Faisal, di balik jaket ojek daring ku ini, aku adalah seorang suami yang sangat bangga dengan istriku. Karena istriku adalah sahabat, rekan kerja, sekaligus koki terbaik bagiku dan kedua jagoan kecilku. Kali ini aku akan ceritakan bagaimana aku bertemu dengan Kartika, istriku. Awalnya kami tak saling kenal, aku hanya tahu saja kalau dia salah satu koki… Continue reading

Jakarta dan Kisah Tiga Sepeda Kumbang

Daerah Kota Tua ini sudah seperti rumahku sendiri. Dulu tempat ini masih sangat rimbun dengan pepohonan besar yang sudah ada dari zaman kolonial belanda. Namun dibawah rindangnya pohon, tempat ini banyak banci mas, mereka bekerja ketika hari mulai gelap. Banyak semak berbau pesing, orang-orang kencing sembarangan, jorok sekali lah. Syukurlah, saat ini tempat ini sudah… Continue reading

Jakarta dan Idealisme Tersembunyi Warung Masakan Padang

Bang, dengar kataku bang, tidak akan ada orang Padang yang merantau dan langsung membuka warung makan Padang! Membuka warung adalah babak final dari pekerjaan demi pekerjaan yang pernah dijalani. Aku merantau ke Jakarta sebelum kamu lahir bang, di Juli 1988. Aku ingat benar waktu itu betapa susahnya mencari kapal di Bakaheuni, antrean tiket seperti ular, panjang… Continue reading