Aku: Jakarta dan Biasanya

Hari ini berjalan cukup biasa. Semangatku tinggi ketika bangun pagi. Kemudian seperti biasanya. Dingin ini membuat malas melangkah mandi. Seperti hari-hari biasanya. Aku selalu lapar ketika pagi. Kemudian seperti biasanya. Dompet ini terasa ringkas di akhir bulan. Cuaca juga seperti biasanya. Matahari cerah menghangatkan. Namun seperti biasanya. Datang hujan bersama angin. Karena seperti biasanya. Tesis selalu datang dengan antitesis…. Continue reading

Jakarta dan Menikmati Proses yang Ada

Esensi dari touring adalah menikmati proses perjalanan yang di lalui. Entah itu macet, lancar, mogok, atau apapun itu, itulah yang membuat perjalanan menjadi menyenangkan. Bogor adalah kota kelahiranku, di Bandung aku sekolah, hingga akhirnya Jakarta menjadi tempatku bekerja saat ini sebagai surveyor satu perusahaan distribusi gas. Diluar pekerjaanku itu, aku memiliki hobi touring dengan satu komunitas motor Honda… Continue reading

Edisi Khusus: Jakarta, Jogja, dan Kunto Aji

Aku Aji, aku suka nyanyi, aku suka bikin lagu, aku suka berbisnis, dan aku selalu suka dengan Istriku. Semua kesukaanku ini saling nyambung mas. Kalau dipikir-pikir, hobi ku bernyanyi selalu mendorongku untuk berkarya di dunia musik. Hal itu didukung oleh keinginanku berbisnis, makanya aku sekarang bikin label sendiri untuk membisniskan karya musikku. Tentu semua itu tidak… Continue reading

Mendengar, Menulis, Bogor, dan Jakarta

Seseorang pernah berkata, kesalahan dari seorang penulis ada dua. Pertama ia kerap kali menghabiskan tenaga untuk mengedit tulisannya. Kedua, dia kadang tidak percaya diri dengan gaya bahasa yang dimilikinya. Itu adalah kedua kesalahan yang saat ini masih sering aku lakukan. Namaku Sinda, seorang Introvert Thinker yang pernah merasa lebih nyaman untuk berkeluh kesah kepada sebuah… Continue reading

Jakarta dan Sumber Penghidupan

Pekerjaanku ini adalah pekerjaan yang cukup menguras keringat. Maksudku, benar-benar menguras keringat ya bang, karena semua pakaian dan cat-cat ini gerah sekali! Oh untuk cat yang aku pakai ini aman kok bang untuk kulit, ya cenderung aman lah, paling hanya sedikit iritasi saja merah-merah kalau hari sendang panas. Iya bang, mungkin itu cuma keringat yang tersumbat, makanya… Continue reading

Edisi Khusus: Jakarta, Narkotika, dan Titik Balik (Bagian 2)

Tanpa pikir panjang aku lari sekencang kencangnya. Uang yang baru saja kuterima kulempar hingga berhamburan. Aku berlari masuk ke dalam gang yang cukup sempit. Belum lagi selokan, polisi tidur, dan pot-pot kecil yang ada di samping membuat gang itu terasa makin sempit. Aku berlari kencang dengan ketakutan, aku tidak sempat lagi menoleh kebelakang untuk melihat jarak… Continue reading

Edisi Khusus: Jakarta, Narkotika, dan Titik Balik (Bagian 1)

Sebelumnya penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya. Identitas dan beberapa bagian dari hasil percakapan penulis dengan narasumber terpaksa harus dihilangkan dengan alasan privasi. Lima belas tahun lalu, daerah Murdai sini seperti pasar malam bang. Kalau abang mau cari barang seperti Inex, Coke, Marijuana semua ada, tinggal pilih pokoknya. Polisi dan aparat saat itu punya andil dalam mengamankan… Continue reading