My Journal of Excuses

Menu & Search

Mendengar, Menulis, Bogor, dan Jakarta

27 April 2017

Seseorang pernah berkata, kesalahan dari seorang penulis ada dua. Pertama ia kerap kali menghabiskan tenaga untuk mengedit tulisannya. Kedua, dia kadang tidak percaya diri dengan gaya bahasa yang dimilikinya.

Itu adalah kedua kesalahan yang saat ini masih sering aku lakukan.

Namaku Sinda, seorang Introvert Thinker yang pernah merasa lebih nyaman untuk berkeluh kesah kepada sebuah buku. Aku senang sekali menuliskan hal-hal luar biasa yang kualami setiap hari di sana, dan itu kulakukan dari SMP, hingga sekarang. Bahkan aku mungkin sudah lupa berapa buku yang telah kuhabiskan untuk itu.

Kebiasaanku menulis ini membuatku punya 15 bentuk tulusan tangan yang berbeda-beda lho hahaha. Sst, tapi jangan bilang siapa-siapa yah kalau aku juga bisa meniru gaya tulisan ayahku.

(lanjut besok, ngantuk bat)

Primananda Kusuma

@primanandaak

Related article
Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Bicara tentang berbicara, banyak orang bisa melakukannya. Berawal dari paru-paru…

Aku: Harapan yang Mengudara

Aku: Harapan yang Mengudara

Malam di Magelang kali ini sedikit berbeda. Cahaya temaram terlihat…

Reason

Reason

Sitting quietly I trying to remember when, when I used…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search