My Journal of Excuses

Menu & Search

Melawan Matahari

6 January 2016

 

Screenshot_2016-01-06-01-12-55-02

Surya perlahan hilang bersembunyi di balik selimut awan.

Angin berhembus pelan, membawa butir air sejuk yang tak terlihat.

Hujan rintik datang. Lemah gemulai, melayang, tak berdaya melawan angin.

Bersama waktu, ia berubah deras, menghujam tegas.

div

Kali ini, aku merasakan takut yang mungkin pernah kamu rasakan. Terombang ambing layaknya hujan gerimis tadi siang. Hanya bisa menebak-nebak di kota orang.

Tidak, tidak banyak, tidak boleh banyak-banyak.

Karena kukira tak apa.
Ada waktu yang akan menyelaraskan segalanya.

Dimulai dari nol,

menjadi satu,

dua,

tiga,

dan seterusnya…

div

Ah sudahlah!

Dalam segalanya, kali pertama itu absolut.2016

Bukan mulai dari mana, tapi sejauh mana tempat berakhirnya.

Dalam senja ke 538km melawan matahari.

Primananda Kusuma

@primanandaak

Related article
Prolog: Dari Jakarta dan Seluruh Isinya

Prolog: Dari Jakarta dan Seluruh Isinya

Banyak orang bilang kalau hidup di Jakarta itu kejam, tapi…

14 Unusual Love Songs for Your Valentine’s Day

14 Unusual Love Songs for Your Valentine’s Day

With Valentine’s Day coming so near, I’m feeling kinda mellowed…

You are You

Be who you are and say what you feel. Because…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search