Kembang Api

56553-Sparklers

Malam tadi seluruh belahan dunia merayakan pergantian tahun. Tidak terasa sudah setahun terlewati, menutup lembaran lama untuk bersiap menulis kisah berikutnya.

Seperti biasanya, langit Jogja berpendar terang di setiap kaki langitnya. Kebetulan aku beruntung terjebak macet sehingga harus melewati pergantian tahun di jalan.

Namun justru itu banyak kejadian seru yang kutemukan, dari cewe yang memukul-mukul helm pacarnya karena kehabisan bensin, hingga pasangan kekasih yang duduk saling bersandar di jembatan kali Code sembari melihat refleksi kembang api yang romantis.

Ah Jogja memang…

Berbicara tentang kembang api, aku paling suka yang pake kawat dan warnanya abu-abu. Waktu kecil aku sering membengkok kan kawatnya menjadi sebentuk kait, menyulutnya, dan melemparnya ke atas pohon jambu milik Uti. Kulempar sekaligus banyak biar rasanya punya kebun bintang sendiri.

Tak lama kemudian pendaran kembang api yang kulempar tadi mulai redup dan padam. Dedaunan yang berwarna kuning terang perlahan berubah menjadi gelap. Suara percikan api pun perlahan hilang. Menyisakan arang yang membara di pangkal kembang api yang kulemparkan.

Beberapa saat setelah itu Uti berbisik di telingaku

Kita dunia mirip seperti kembang api yang kamu lempar tadi, ada saat kita dimana kita berpendar, dan pasti tiba saat dimana kita padam, yang bisa kita lakukan hanyalah bersinar terang.Uti, 1995

Terimakasih kembang api, kau mengantarku kembali ke Januari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>