Jakarta di mata seorang Kapten Jack Sparrow

Kenapa Kapten Jack Sparrow sebenarnya aku pun bingung mas kalau ditanya seperti itu, karena aku bisa menjadi apa saja dari minggu ke minggu, dari Bung Karno hingga Doraemon.

Aku tinggal di Galur mas, daerah dekat Poncol di Pusat. Aku nekat merantau dari Indramayu bersama istriku sejak awal kami menikah, dan aku bersyukur dia tetap mendukungku dalam kondisi apapun.

Disini sebenarnya masih baru mas, dari akhir 2007, masih baru kan mas. Oh iya, ini cuma pekerjaan sambilan saja di akhir pekan. Lumayan mas, disini aku cuma duduk saja bisa dapat duit tambahan?

Mungkin mas tidak percaya, namun dalam hari-hari biasa aku bekerja sebagai juru ketik di salah satu kelurahan di Jakarta Barat, ya bisa dibilang cukup lah mas untuk kebutuhan sehari-hari dan uang saku anak.

Tahun lalu putri sulung ku sudah bekerja, selepas ia tamat SMK, dan adiknya yang masih SD saat ini sedang jalan-jalan dengan Ibunya, tadi sih di sekitar sini.

Kalau ditanya tantangan terberat, mungkin adalah proses izin awal untuk bisa buka lapak di sini mas. Saat itu jawara lokal di daerah sini cukup banyak, cukup membuat pusing ketika berhitung setoran dan setoran. Belum lagi mereka saat itu juga ribut satu dengan yang lain, berebut lahan kekuasaan lah katanya. Pemerintah saat itu sepertinya tidak terlalu ambil pusing untuk masalah ini.

Dan aku juga tidak mau banyak mengeluh, jalani saja, semua sudah diatur kok mas. (Firman, 2017)

#31HariMenulis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>