Jakarta dan Sumber Penghidupan

Pekerjaanku ini adalah pekerjaan yang cukup menguras keringat. Maksudku, benar-benar menguras keringat ya bang, karena semua pakaian dan cat-cat ini gerah sekali!

Oh untuk cat yang aku pakai ini aman kok bang untuk kulit, ya cenderung aman lah, paling hanya sedikit iritasi saja merah-merah kalau hari sendang panas. Iya bang, mungkin itu cuma keringat yang tersumbat, makanya iritasi. Ah tidak apa-apa, toh cuma seminggu sekali seperti ini hahaha.

Namaku Ramlah Suryaatmaja, anak ketiga dari lima bersaudara. Asli orang Banten, tapi sudah menetap di Jakarta sejak abang belum lahir, tepatnya tahun 1992.

Oh, ente udah lahir ya? wah maaf bang maaf -coba sini lihat KTP nya, boleh kan? hahaha

Kalau ditanya mengenai pekerjaanku ini, sudah pastilah ini hanya pekerjaan sambilan bang, toh rata-rata orang yang mencari nafkah dengan cosplay di Kota Tua ini sudah punya pekerjaan tetap. Hari Senin hingga Jumat aku bekerja sebagai guru di salah satu SD di Tangerang, lumayan lah bang sudah 11 tahun aku disana. Sabtu dan Minggu aku ya seperti ini kerjanya.

Heran ya bang? orang-orang juga heran kok bang kenapa aku memilih cosplay sebagai pekerjaan sambilanku. Kenapa tidak yang lain sih? seperti buka toko, ngojek online, bahkan ada yang pernah bertanya dan ujung-ujungnya menawarkan MLM hahaha.

Aku punya dua alasan bang, yang pertama, aku suka melihat keceriaan anak-anak kecil yang lalu-lalang disini. Kedua, insyaAllah pekerjaan ini halal dan bebas riba bang, karena aku tidak mematok tarif untuk berfoto, seikhlasnya saja, bahkan gratis juga tidak masalah. Alhamdulillah, hingga saat ini hasil yang kudapatkan cukup lumayan bang. Alasan yang sama juga berlaku jika abang tanya kenapa aku menjadi guru. Pokoknya yang penting barokah, itu saja.

Untuk mencari nafkah di Jakarta itu bagiku gampang-gampang susah. Gampang nya ya karena disini semuanya bisa jadi uang. Susahnya, adalah mencari sumber penghidupan yang benar-benar ‘bersih’ dan bisa mencukupi biaya hidup di Jakarta itu lumayan sulit.

Saya istirahat dulu ya bang, sudah hampir menjelang Ashar. (Ramlah, 2017)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>