My Journal of Excuses

Menu & Search

Cahaya

25 May 2015

[lead_p drop_caps=”yes”]Secerecah cahaya terlihat di kejauhan.

Nampak diam, namun bergerak perlahan.

Cahaya itu penuh rasa, makna, dan juga rahasia.

Banyak warna yang mungkin belum pernah ada.

Kau berjalan mendekat. Kau tak tau apa didalamnya. Walau mungkin kau bisa coba menebaknya.

wheel

Kau melangkah ke tempat dimana cahaya sanggup menyihir ulat menjadi kupu bersayap emas, yang kemudian bebas mengarungi angkasa.

Cahaya itu mendekat, aku belum siap.

Mataku belum sanggup menatapnya.

Apakah kau lihat aku disana?

[/lead_p]

Primananda Kusuma

@primanandaak

Related article
Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Bicara tentang berbicara, banyak orang bisa melakukannya. Berawal dari paru-paru…

Aku: Harapan yang Mengudara

Aku: Harapan yang Mengudara

Malam di Magelang kali ini sedikit berbeda. Cahaya temaram terlihat…

Reason

Reason

Sitting quietly I trying to remember when, when I used…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search