Branding dan Pacaran (Part 2)

Di tulisan bagian pertama kemarin, kita udah tau bagaimana tahapan didalam proses branding dan hubungannya dengan pacaran ya. Kalo misalnya belum baca yang bagian pertama, mending dibaca dulu aja biar gak bingung hahaha.

Anyway, tulisan bagian kedua ini kita mulai masuk ke tahapan pertama dalam branding, yaitu Brand Positioning ato kalo di konteks pembahasan kita dinamain Kenalan

Sebenarnya apa sih brand positioning itu?

Brand positioning adalah kunci strategi pemasaran. Brand positioning yang kuat bisa menjelaskan detail dari brand, keunikan ataupun kesamaan dari sebuah brand yang menjadi alasan konsumen memilih sebuah produk.Kotler

Dari kutipan om Kotler diatas, bisa kita simpulkan kalo kuncinya adalah keunikan dan kesamaan. Sebelum kesini, kita harus udah nentuin dulu kita pengen dilihat seperti apa. Misalnya, kalo kita pengen dipandang sebagai anak dari Jakarte, ya mungkin kenalanye pake lu-gue atau semacamnye. Atau kalo kita pengen diliat sebagai orang Jawa Timur, ya mungkin kenalan dengan menyelipkan sedikit kata cuk didalamnya.

Intinya ini tahap dimana kita mencoba memberi tahu lawan bicara kita mengenai identitas kita, dan bagaimana kita ingin dipandang kedepannya.

Jika kembali ke topik pembicaraan kita, maka positioning ini merupakan faktor yang puuuaaaling penting. Karena kesan pertama begitu menggoda dan first bite does matter most. Sooo, biar positioning kita di mata lawan bicara lebih bermakna, maka ada beberapa tips yang bisa dicoba, yaitu :

3S : Shower, Style, Smell

self-explanatory lah ya, dan FYI bau badan/mulut itu turn-off banget.

Balik lagi ke awal-awal kenalan, biasanya di tahap ini kedua pihak yang terlibat saling mencari kesamaan satu sama lain buat menciptakan suatu kedekatan (beneran, ini ada penelitiannya tapi lupa sumbernya).

Misalnya kalo kita ngomong dengan logat Jakarta dan lawan bicara kita memakai logat yang sama, pasti rasanya lebih ‘klik’ iya ngga? Coba kalo ngomong sama bule Perancis yang logat nya kaya orang radang tenggorokan, ya pasti tetot.

Tapi namanya menciptakan kedekatan tuh ga cuma sebatas dari logat aja kok. Bisa aja diciptakan kesamaan tempat tinggal, sekolah asal, letak kos-kosan, ataupun status hubungan hahaha. Kesimpulannya, semakin banyak kesamaan antara masing-masing pihak, maka bakal makin enak interaksinya. Ha!

“Tapi kan ga semua orang berani buat kenalan?”

Emang bener sih, gak semua orang punya nyali buat kenalan. Cuma kalo konteksnya kenalan pas masa-masa maba itu beda lagi! Percaya deh, di masa sama-sama belum punya temen ini semua orang pengeeeen banget diajak/ngajak kenalan cuma ya gitu, pada sok jaim dengan masang muka jutek sedingin embun.

Namun kabar gembiranya, keresahan ini akhirnya dijawab oleh kicauan seorang brand builder yang berbunyi :

Don’t wait for people to be friendly, show them how.Subiakto

“Tapi… tapi… tapi… kan maluuuu, nanti malah gagap lagi ngomongnya”

Waduh gimana ya…. Ah sudahlah! yang penting tahapan pertama sudah kita lalui dengan lumayan hahaha #ngeles

Demikian guys bagian kedua dari topik Branding dan Pacaran, bagian ketiga bisa dibaca dalam beberapa hari kedepan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>