Angkringan dan Pemasaran Lingkup Lokal

11

Sumber – istighfar.deviantart.com

Jaman telah berkembang, masyarakat semakin pintar dalam menyaring informasi yang diterimanya. Hal ini menjadikan proses broadcasting tidak se-efektif beberapa tahun silam untuk menjadi penentu keputusan pembelian. Pointcasting harus dilakukan guna menembus tabir penolakan yang melindungi kepala konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.

Di dunia yang sudah penuh sesak dengan iklan-iklan saat ini, sepertinya pemasaran terbaik adalah pemasaran word of mouth. Suatu jalur komunikasi pemasaran tersier yang susah dikendalikan, namun justru paling efektif dalam memengaruhi keputusan pembelian.

Hal ini terjadi karena saat ini faktor kedekatan antara komunikator dan komunikan menjadi faktor yang sangat berpengaruh untuk mencapai suatu tujuan komunikasi. Buktinya, kamu lebih penasaran dan mengunjungi restoran yang di posting oleh temanmu di Path kan daripada yang ter-broadcast di Twitter/Facebook kan?

Mari kita berbicara mengenai Angkringan, suatu public space sederhana berisikan aneka camilan dan makanan.

Budaya ngangkring sepertinya sudah menjadi kewajiban jika anda berkunjung ke Yogyakarta, bahkan berubah menjadi bagian tak terpisahkan dari Yogyakarta itu sendiri. Selain harganya yang relatif rendah (tergantung porsi dan hawa nafsu tentunya), angkringan jelas menimbulkan kecanduan karena didalamnya terdapat atmosfer yang ramah, dan santai. Ditambah dengan pancaran lampu teplok jingga yang menghangatkan suasana.

Sebenarnya pedagang angkringan terbaik adalah pedagang yang komunikatif dengan pelanggannya, dimana ia tidak hanya sebatas menyajikan Teh Hangat, namun juga bisa memberikan suasana hangat lewat obrolan-obrolan ringan bahkan mendalam.

Seorang pedagang angkringan sering menerima pertanyaan pertanyaan-pertanyaan dari pelanggan mengenai tempat menyewa mobil, beli rumah, servis motor, dll – dan kemudian menjawabnya sesuai dengan informasi yang ia miliki.

Sehingga, sangat mungkin untuk menjadikan seorang pedagang angkringan salah satu media pemasaran efektif di lingkup lokal. Kuncinya adalah edukasi dan awareness.

“Ah, tapi angkringan kan hanya dikunjungi oleh segmen masyarakat tertentu (menengah bawah)”

Memang ada anggapan bahwa Angkringan adalah tempat makan murah(an), dan citranya sangat lekat dengan mahasiswa dan orang dengan kantong pas-pasan. Namun saya menyangkal hal ini, karena ada sebagian angkringan yang pelanggan dan pengunjungnya didominasi oleh pengendara mobil yang tentunya bukan golongan orang berkantong dangkal.

Mungkin ini saatnya melakukan pemetaan pada tiap-tiap angkringan beserta dengan demografi pelanggan yang mereka punya. - dan juga detail kontak pedagangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>